Erick Thohir Mau Ngobatin BUMN Karya ‘Sakit’ Pakai 2 Cara Ini

Menteri BUMN Erick Thohir dalam penyerahan pengelolaan Asset perkara Jiwasraya dan Asabri di Gedung Kejaksaan Agung, Senin (6/3/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan restrukturisasi total terhadap perusahaan negara di sektor karya. Hal itu mengingat, sejumlah perusahaan karya yang mencatat kinerja negatif atau sakit karena program penugasan pemerintah.

“Ya jadi begini saya sudah sampaikan bahwa BUMN-BUMN karya ini kita lakukan restrukturisasi total,” ujarnya kepada wartawan, dikutip Selasa (11/3).

Erick mengaku, meskipun demikian, proyek penugasan infrastruktur pemerintah sangat bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“kalau kita lihat kalau ditanya apakah BUMN karya ini juga tidak bermanfaat ? bermanfaat buat kita. Buktinya apa, kalau tidak ada percepatan pembangunan jalan tol, ingat ni mudik mau naik 40 juta. Macet total,” sebutnya.

Erick melanjutkan dari jauh, Indonesia harus belajar dari sejarah negara-negara maju lainnya yang mana investasi di sektor infrastruktur lebih besar ketimbang sektor lainnya.

“Korea itu menginvestasikan pembangunan infrastruktur di tahun 60an. Itu hampir 50% dari APBN-nya. Dan hari ini Korea jadi negara maju. Artinya apa? emang kita mendapat penugasan membangun jalan tol sebanyak-banyaknya,” ungkapnya.

Erick mengungkapkan, saat ini sudah banyak jalan tol yang keuntungan hasil investasinya di atas 10%, termasuk tol Sumatera. Menurutnya, untuk mendapatkan keuntungan di sektor tersebut memang cukup lama. “Karena kalau mau bangun infrastruktur itu jalan tol perlu 8 tahun. Nah ini lah yg kenapa hari ini, kita restrukturisasi ulang,” kata Erick.

Erick menambahkan, menjalankan proyek infrastruktur merupakan investasi jangka panjang namun dengan pembiayaan jangka pendek. Dengan demikian, perlu dilakukan restrukturisasi total.

“Nah karena itu kita restruk total. Selain ada suntikan APBN, PMN, tetapi juga kita bekerja sama dengan Indonesia Investment Authority (INA). INA soverign¬†wealth fund kita,” sebutnya.

Di sisi lain, kata Erick, pihaknya juga sedang melakukan review terhadap aset-aset perusahaan karya pelat merah. Dalam hal ini, aset yang tidak berhubungan dengan fokus bisnisnya akan dikonsolidasikan.

“Saya sudah bicara dengan Pak Basuki, Pak Basuki sangat setuju, kita konsolidasi karya-karya ini yang sejenis dan punya expertise. Nah kita sekarang tentu sudah kerja sama untuk mereview BUMN mana, fokus di mana. Apakah terjadi¬†sinergitas? merger apa namanya kita lakukan itu,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*