Ngeri! NATO Persiapan Perang Lawan Rusia, 90 Ribu Tentara Turun

Ngeri! NATO Persiapan Perang Lawan Rusia, 90 Ribu Tentara Turun

Foto kolase bendera Rusia dan NATO. (REUTERS) Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) mengumumkan akan memulai latihan militer terbesarnya dalam beberapa dekade pada pekan depan. Latihan ini melibatkan sekitar 90.000 tentara.

Latihan bertajuk Steadfast Defender 2024 akan berlangsung hingga akhir Mei mendatang. Jenderal Amerika Serikat (AS) Christopher Cavoli, Panglima Tertinggi Sekutu NATO Eropa, menyebut latihan ini melibatkan unit-unit dari seluruh 31 negara anggota NATO termasuk calon anggota Swedia.

“Aliansi akan menunjukkan kemampuannya untuk memperkuat kawasan Euro-Atlantik melalui pergerakan kekuatan transatlantik dari Amerika Utara,” kata jenderal AS tersebut https://213.142.147.151/ kepada wartawan di Brussels setelah pertemuan dua hari para kepala pertahanan nasional, seperti dikutip Reuters dan Channel News Asia (CNA), Jumat (19/1/2024).

Menurut Cavoli, pasukan tersebut akan datang dari sekutu NATO dan Swedia. Latihan tersebut terdiri dari serangkaian latihan individu yang lebih kecil.

Ini akan berlangsung dari Amerika Utara hingga sisi timur NATO, dekat perbatasan Rusia. Latihan melibatkan 50 kapal angkatan laut, 80 pesawat dan lebih dari 1.100 kendaraan tempur.

Latihan terbesar sejak latihan Reforger pada tahun 1988 selama Perang Dingin ini, terjadi ketika NATO merombak pertahanannya dalam menghadapi perang Rusia melawan Ukraina.

Aliansi pimpinan AS telah mengirimkan ribuan tentara ke sisi timurnya dan menyusun rencana paling luas sejak runtuhnya Uni Soviet untuk melindungi diri dari serangan Rusia.

Ketua komite militer NATO, Laksamana Rob Bauer, mengatakan skala latihan tersebut merupakan demonstrasi kesiapan baru aliansi tersebut. Bauer juga memperingatkan bahwa masyarakat sipil di negara-negara anggota NATO perlu lebih mempersiapkan diri menghadapi potensi perang di masa depan dengan Rusia.

“Itu adalah rekor jumlah pasukan yang dapat kami bawa dan lakukan latihan dalam jumlah tersebut, di seluruh aliansi, melintasi lautan, dari AS hingga Eropa,” katanya.

“Kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa hidup dalam damai dan itulah sebabnya kita punya rencana, itulah sebabnya kita bersiap menghadapi konflik … Kami tidak mencari konflik apa pun, namun jika mereka menyerang kami, kami harus siap,” jelasnya

Komandan senior NATO itu mengatakan bahwa kekuatan darat Rusia telah terdegradasi parah akibat perang di Ukraina. Namun angkatan laut dan udaranya masih memiliki kekuatan yang cukup besar.

Bauer mengatakan upaya Moskow untuk menyusun kembali pasukannya terhambat oleh dampak sanksi Barat. Namun Kremlin masih berhasil meningkatkan produksi artileri dan rudal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*