Rugi Bank KB Bukopin Membengkak Jadi Rp 5,03 Triliun

KB Bukopin

Menutup tahun buku 2022, emiten perbankan PT Bank KB Bukopin Tbk. (BBKP) membukukan kerugian Rp5,03 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari periode yang sama setahun sebelumnya, yakni rugi sebesar Rp2,31 triliun.

Mengutip laporan keuangan triwulan IV 2022 pada Selasa (11/4/2023), KB Bukopin mencetak pendapatan bunga konsolidasian sebesar Rp4,12 triliun. Sementara itu, kerugian penurunan nilai aset keuangan meningkat menjadi Rp3,93 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun pada tahun 2021.

Ekuitas bank pun menyusut menjadi Rp11,21 triliun pada tahun 2022 dari setahun sebelumnya Rp13,2 triliun.

Pada rasio kredit bermasalah, Bank KB Bukopin berhasil menurunkannya menjadi 6,56% pada tahun 2022 dari yang sebelumnya 10,66% pada tahun 2021. Sama halnya dengan NPL net Bank KB Bukopin yang sebesar 4,84% pada 2022 dari yang sebelumnya 4,91% pada tahun 2021.

Adapun jumlah kredit yang bermasalah telah turun dari sebelumnya Rp2,93 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp2,42 triliun pada tahun 2022.

Hal ini selaras dengan upaya bank melanjutkan langkah penyehatan aset untuk mencapai rasio kredit bermasalah sesuai dengan level yang sehat dari regulator. Sebelumnya, Wakil Direktur Utama KB Bukopin Robby Mondong mengatakan pihaknya menargetkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) ada di bawah 5% dan rasio Loan at Risk (LAR) di bawah 20% pada akhir tahun ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*