Rusia Larang Ekspor Bensin Mulai 1 Maret!

Jakarta – Pemerintah Rusia bakal melarang ekspor bensin atau komoditas gasoline selama enam bulan dan berlaku 1 Maret 2024.

Larangan ini diberlakukan demi menjaga harga tetap stabil di tengah meningkatnya permintaan dari konsumen dan petani. Di sisi lain, Rusia juga ingin melakukan pemeliharaan kilang imbas perang yang terjadi dengan Ukraina.

Dilansir dari Reuters, Selasa (27/2/2024) surat ini disetujui pada 21 Februari lalu oleh Perdana Menteri Mikhail Mishustin. “Untuk mengimbangi permintaan produk minyak bumi yang berlebihan, perlu diambil langkah-langkah untuk membantu menstabilkan harga di pasar domestik,” kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak dikutip dari Reuters, Selasa (27/2/2024).

Harga bensin di Rusia memang sangat sensitif untuk masyarakat khususnya petani.

Di sisi lain, beberapa kilang minyak Rusia mengalami kerusakan akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. Ini menyebabkan kurangnya produksi pada beberapa kilang. Rusia dan Ukraina memang saling menargetkan infrastruktur energi demi mengganggu jalur pasokan dan logistik serta melemahkan semangat.

Ekspor minyak dan gas sejauh ini merupakan aktivitas terbesar Rusia, sumber utama pendapatan mata uang asing bagi perekonomian Rusia senilai US$ 1,9 triliun.

Sebelumnya pun Kremlin telah bekerja sama dengan Arab Saudi, yang juga merupakan eksportir minyak terbesar di dunia untuk menjaga harga tetap tinggi.

Rusia sudah secara sukarela mengurangi ekspor minyak dan bahan bakarnya sebesar 500.000 barel per hari pada kuartal pertama sebagai bagian dari upaya OPEC+ untuk memperbaiki harga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*